Skip to main content

Kekaguman King Saudi terhadap toleransi Di Indonesia



Kunjungan raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud ke Indonesia di sambut hangat oleh masyarakat Indonesia. tidak semata-mata hanya untuk melakukan perjalanan biasa. Banyak aktivitas yang beliau lakukan di Indonesia. Salah satunya beliau melakukan sholat tahiyatul masjid sekaligus mengisi daftar kunjungan di masjid Istiqlal, dan melaksanakan sholat jumat di St. Regis Bali Resort.
Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud pun bertemu dengan para tokoh lintas Agama, yaitu tokoh Islam, pemuka agama Hindu, ketua umum kristen protestan, katholik. Beliau  sangat memuji kehidupan beragama di Indonesia, umat beragama di Indonesia hidup dengan berdampingan dengan tentram tanpa memandang status atau agama mereka dalam memperkuat nilai toleransi masyarakat di Indonesia. Harapan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud mengenai toleransi antar agama di Indonesia itu dapat di pertahankan agar semakin kuat.
Dengan demikian, King Saudi menunjukkan bahwa islam itu adalah agama yang penuh persahabatan, kedamaian, dan jauh dari konflik. Mengenai kerukunan umat beragama di Indonesia, Adel bin Zaid al-Toraifi menyebut bahwa masyarakat Indonesia sebagai “smiling moslems”. Pada dasarnya toleransi sangatlah di butuhkan bagi setiap umat manusia meskipun berbeda Agama karena dengan perbedaan bukan untuk di pisahkan tetapi untuk di satukan. Meskipun masih ada saja yang belum bisa menerima perbedaan yang tidak se ideologi atau pemahaman apalagi menyangkut perbedan agama.

Rima Asriani, mahasiswa. Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Sunan Gunung Djati Bandung.

Comments

Popular posts from this blog

Akira Muslim Watashi Wa

Pengarang        : Helvy Tiana Rosa Penerbit            : PT Syamil Cipta Media, Cetakan           : Cetakan kelima:Maret 2005 SINOPSIS Novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup   seorang mualaf yang berasal dari jepang bernama akira. Akira menjadi mualaf saat menjadi mahasiswa jurusan sastra di Universitas Indonesia dengan awal mengikuti forum amal dan studi islam. Setelah dua tahun akira memperoleh pendidikan di negara indonesia, dia memutuskan untuk pulang ke jepang negara kelahirannya. Dengan rasa takut, cemas, dan berat, akira pulang ke jepang karena bekal ilmu keislamannya yang masih kurang. Jepang merupakan negeri maju dalam tekhnologi tapi mayoritas memiliki kepercayaan terhadap para dewa dan mereka memiliki jiwa yang rqapuh karena tidak perduli harus menganut agama apa. Orang jepang tidak mudah di doktrin dengan pemahaman...