Skip to main content

Menyelamatkan Generasi Bangsa Dari Racun Mematikan



Rima Asriani, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.
Hasil gambar untuk stop merokok
Pemandangan para pelajar yang merokok kini sangat mudah di jumpai. Tanpa rasa segan mereka merokok di hadapan orang banyak bahkan tak jarang mereka masih menggunakan seragam sekolahnya. Pada dasarnya sekolah adalah tempat untuk belajar, tempat yang identik dengan aturan atau tata tertib yang di tujukan untuk para civitas sekolah termasuk guru dan siswa. Sekarang sudah jarang dijumpai sekolah yang bebas dari asap rokok.
Rasanya di kebanyakan sekolah pun saat ini para guru tidak mengenal ruang dan waktu untuk merokok. Bahkan ketika guru tersebut mengajar masih sempat saja merokok atau sambil mengobrol dengan sesama guru begitupun para siswa yang sudah merokok dan merasa kecanduan dan pandai mencuri waktu untuk merokok.  
Fakta bahwa jumlah perokok semakin banyak terutama perokok pemula yang masih sekolah sudah merajalela membuat semakin miris. Dengan demikian, seharusnya sekolah sangat berperan dalam mendidik moral para siswa terutama berperan untuk mengurangi atau mencegah pengguna rokok terutama para siswa yang notabene masih berusia dini dan memiliki masadepan yang masih panjang.
Untuk mengurangi persentase perokok di kawasan sekolah, bisa saja sekolah sebagai instansi pendidikan melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok yang pada kenyataannya efek dari merokok  itu cukup mengerikan seperti terjadinya infeksi paru-paru dan gangguan pernapasan. Pihak sekolah pun bisa melakukan kerjasama dengan dinas kesehatan dalam menjadikan sekolah menjadi kawasan bebas asap rokok.

Comments

Popular posts from this blog

Akira Muslim Watashi Wa

Pengarang        : Helvy Tiana Rosa Penerbit            : PT Syamil Cipta Media, Cetakan           : Cetakan kelima:Maret 2005 SINOPSIS Novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup   seorang mualaf yang berasal dari jepang bernama akira. Akira menjadi mualaf saat menjadi mahasiswa jurusan sastra di Universitas Indonesia dengan awal mengikuti forum amal dan studi islam. Setelah dua tahun akira memperoleh pendidikan di negara indonesia, dia memutuskan untuk pulang ke jepang negara kelahirannya. Dengan rasa takut, cemas, dan berat, akira pulang ke jepang karena bekal ilmu keislamannya yang masih kurang. Jepang merupakan negeri maju dalam tekhnologi tapi mayoritas memiliki kepercayaan terhadap para dewa dan mereka memiliki jiwa yang rqapuh karena tidak perduli harus menganut agama apa. Orang jepang tidak mudah di doktrin dengan pemahaman...