Skip to main content

Teks Dakwah "karakteristik penghuni surga"



Assalamu’alaikum Wr.Wb
Innalhamdalillaah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu, wanaudzubillahi min syururi anfusina  wamin sayyiati ‘amalina mayyahdihillah fala mudhillalah wamaayudilhu falaa haadialah..Asyhadu allaa illaaha illalah wa ashadu anna Muhamad Rasulullaah, amma ba’du
Puji serta syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi kita nikmat islam,iman serta sehat wal’afiat umtuk dapat berkumpul di tempat yang insha Allah penuh berkah. Solawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjunan kita yakni Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabat, dan tabiut tabiin nya dan sampailah kepada kita selaku umatnya.
Sahabat rahimakumullah,Kita semua pasti ingin masuk surga, untuk mencapainya tentunya kita harus mengetahui apa saja karakteristik para penghuni surga dan supaya karakteristik tersebut bisa ada pada diri kita. maka Disini saya ingin menyampaikan sedikit tentang “karakteristik penghuni surga
Di dalam Al-Quran Allah SWT telah menyebutkan beberapa karakteristik para penghuni surga, di antaranya terdapat dalam surat Ali-imran ayat 133-135 :
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ * وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Yang artinya :“Dan bersegeralah kamu kepada kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa * (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan * Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah , lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah ? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui “(Q S Ali imran : 133-135)
Dalam firman Allah di Atas setidaknya disebutkan Ada 5 karakteristik orang beriman.
1)      Bertaqwa
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”
Taqwa sebagaimana yang telah kita ketahui bersama ialah menjaga diri dari azab Allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya serta menjauhi apa yang di larang-Nya. Pangkal dari semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.
2)      Menginfakan harta dikala lapang ataupun sempit
Penghuni surga menunaikan apa saja yang diperintahkan untuk diinfakkan seperti zakat, shadaqah, dan tidak lupa pula nafkah bagi keluarga mereka. Tidak hanya di waktu lapang (banyak harta), namun ketika mereka ditimpa dengan kesempitan mereka tetap berinfak.
3)      Menahan Amarah
Rasulullaah Saw bersabda :
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَسَلَّم قَالَ (لَيْسَ الشَدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ) متفق عليه
Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda,"Orang kuat bukanlah yang kuat dalam bergulat, namun orang yang mampu menguasai dirinya tatkala Marah.
(HR .Muttafaq 'Alaih).
Hadits di atas menunjukkan bahwa kekuatan hakiki bukanlah terletak pada kekuatan otot atau badan. Namun, berupa kekuatan seseorang dalam mengendalikan emosinya disaat amarahnya sedang memuncak hingga ia tidak terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan, baik berupa perbuatan zhalim, perkataan2 yang diharamkan, seperti mencela, melaknat atau menuduh seorang berbuat zina dan lain-lain. Sebagian dari kita mungkin merasa takjub. Ternyata karakteristik penghuni surga adalah dia mampu menahan amarahnya. Suatu perkara yang mungkin terasa berat bagi sebagian orang. Betul?
4)      Pemaaf  
Sahabat rahimakumullaah,Ini juga merupakan perkara yang cukup berat. misalkan ada orang yang menyakiti kita dengan kata-kata yang kurang berkenan di hati atau perbuatan lainnya. Sebaiknya kita memaafkannya jangan di balas seperti yang telah mereka lakukan,memang terkadang orang-orang ada yang tidak bisa memaafkan orang yang telah menyakitinya atau telah memaafkan tapi tidak akan pernah melupakan hal tersebut. Padahal sebaiknya kita tak perlu menyimpan dendam biarlah Allah yang membalasnya.
5)      Bila melakukan dosa ingat kepada Allah dan mohon ampun kepada Allah.
Inilah karakteristik penduduk surga. Bila dia melakukan dosa, dia lantas mengingat Rabbnya dan segera meminta ampun.
Jadi kesimpulannya, ada 5 karakteristik penduduk surga yang di sebutkan dalam ayat ini.diantaranya , bertaqwa, berinfaq baik di waktu lapang/sempit, menahan amarah, pemaaf, dan bila melakukan dosa ingat dan memohon ampunan pada Allah. Itulah Sifat-sifat yang harus diri kita miliki sebagai calon penghuni surga. Dan Lakukanlah seluruh aktivitas kita dengan penuh cinta dan hanya mengharap keridhaan-Nya sehingga akan bernilai ibadah. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah kita berjuang.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kurang lebihnya mohon di maafkan yang benar datang nya dari Allah dan yang salah atau khilaf datangnya dari saya pibadi sebagai manusia yang tak luput dari kesalahan.  Rabbana latuzi’kulubana ba’da idhadaitana wahablana miladun karahmah innaka anntal wahhab,robbana atina fi dunya hasanah wa fil akhiroti khasanah wakina adza bannaar, wassalamu’alaikum wr.wb.

Comments

Popular posts from this blog

Akira Muslim Watashi Wa

Pengarang        : Helvy Tiana Rosa Penerbit            : PT Syamil Cipta Media, Cetakan           : Cetakan kelima:Maret 2005 SINOPSIS Novel ini menceritakan tentang perjalanan hidup   seorang mualaf yang berasal dari jepang bernama akira. Akira menjadi mualaf saat menjadi mahasiswa jurusan sastra di Universitas Indonesia dengan awal mengikuti forum amal dan studi islam. Setelah dua tahun akira memperoleh pendidikan di negara indonesia, dia memutuskan untuk pulang ke jepang negara kelahirannya. Dengan rasa takut, cemas, dan berat, akira pulang ke jepang karena bekal ilmu keislamannya yang masih kurang. Jepang merupakan negeri maju dalam tekhnologi tapi mayoritas memiliki kepercayaan terhadap para dewa dan mereka memiliki jiwa yang rqapuh karena tidak perduli harus menganut agama apa. Orang jepang tidak mudah di doktrin dengan pemahaman...